Kategori: Uncategorized

Rami Malek Akan Perankan Sosok Villain di Film James Bond

Tentu saja anda masih ingat, bukan, dengan sosok Rami Malek? Ya, aktor yang sukses membawakan peran sebagai Freddie Mercury dalam film Bohemian Rhapsody. Sekarang kabar terbaru datang darinya yang akan segera kembali lagi ke layar lebar lewat film terbarunya yaitu film James Bond yang berjudul No Time To Die.

Rami Malek Akan Jadi Villain

Kabarnya aktor Rami Malek tidak akan menjadi villain yang biasa-biasa saja. Ia akan bermain sebagai super villain yang bakal langsung berhadapan dengan sosok James Bond yang bakal diperankan kembali oleh Daniel Craig. Sebelumnya seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Bond berhadapan dengan beberapa orang karakter villain togel online terpercaya lainnya yang diperankan oleh Javier Bardem, Mads Mikkelsen, Mathieu Amalric, dan yang paling ikonik adalah Chrisoph Waltz.

Dilihat dari beberapa foto behind the scene yang bermunculan di media sosial, nampaknya karakter Bond ini akan menghadapi musuh yang mana cukup kuat. Hal ini mengingat dalam beberapa gambar ia memiliki luka, memar dan juga darah di tubuhnya.

Sudah dipastikan bahwa Rami Malek lah yang akan jadi musuh terbesar dan terkuat Bond di film  No Time To Die ini. ia dinilai sangat cocok memerankan sosok antagonis utama dalam film baru ini. malek dikabarkan akan menjadi villain dengan karakter yang kejam dan akan menyusahkan agen rahasia 007.

Menggantungkan Harapan Sosok Villain pada Malek

Dilansir dari Jawa Pos peran Malek sebagai musuh utama Bond ini diungkapkan oleh sang produser, Barbara Broccoli. Ia yang sukses menyabet penghargaan Academy Awards 2019 karena penampilanya yang sangat memukau sebagai vokalis banda rock Queen, Freddie Mercury, pada film Bohemian Rhapsody ini, betul-betul dipercaya untuk membangun sendiri karakternya di dalam film ini.

“Kami benar-benar menyerahkan skrip kepadanya, dan dia sangat cocok menjadi seorang penjahat kelas kakap,” kata Broccoli dilansir dar Jawa Pos.

Malek bakal memegang peran sebagai penjahat bernama Safin. Walaupun perannya belum jelas dijabarkannya, Broccoli sendiri mengatakan bahwa Safin nanti akan tampil sebagai penjahat yang amat sangat bengis. “Ia akan membuat James Bond kerepotan setengah mati. Ia juga akan jadi karakter yang snagat jahat.”

No Time To Die sendiri adalah film ke-25 James Bond. Tokoh agen rahasia yang diciptakan oleh Ian Fleming itu sudah lama dinanti-nantikan oleh pecinta film Bond. Craig yang didapuk lagi menjadi James Bond telah sukses membawakan perannya dalam film James Bond lainnya misalnya Spectre, Quantum of Solace, dan Casino Royale.

Beberapa waktu lalu, Malek sempat diwawancarai dan mengatakan bahwa ia sangat bersemangat dalam memerankan karakter Villain dalam film James Bond No Time To Die. “Karakternya hebat dan saya sangat bersemangat,” ungkapnya dikutip dari Media Indonesia.

“Tapi saya harus berdiskusi dulu dengan Cary,” imbuhnya Selasa (29/10) kemarin. Ia juga menegaskan bahwa karakternya tidak ingin terkait dengan tindakan terorisme atau yang mewakili ideology atau agama tertentu. “Cary menjelaskan meskipun antagonis, peran saya tidak akan seperti itu. tapi hanya scenario yang bagus seperti yang diharapkan banyak orang.” Kata Malek lagi.

Memang ia dan produser film No Time To Die hanya bisa menjanjikan bahwa karakter villain yang akan dibawakan oleh Malek akan jadi karakter villain yang luar biasa karena akan membuat Bond kewalahan. Apakah anda sudah tidak sabar menyaksikannya?


Luka Modric Raih Trofi Ballon d’Or 2018

Roda kehidupan memang terus berputar, terkadang diatas dan terkadang dibawah. Seperti itulah kehidupan yang dirasakan pesepak bola Luka Modric. Masa kecil yang dipenuhi duka di tempat pengungsian akhirnya membuatnya merasakan manisnya kehidupan. Gelandang Real Madrid ini usai mengantar Real Madrid menjadi juara Liga Champions tiga kali berturut-turut, akhirnya sukses menjadikan dirinya pantas meraih trofi Ballon d’Or 2018.

Menjadi Kapten Tim Nasional Kroasia

Banyak yang sudah memprediksikan bahwa Luka Modric pasti meraih trofi Ballon d’Or 2018. Hal itu pun mengakhiri dominasi Christiano Ronaldo dan Lionel Messi di trofi serupa sebelumnya. Usai sukses mengatar Real Madrid memenangi trofi Liga Champions, Modric pun selanjutnya bersinar bersama tim nasional Kroasia.

Saat bermain di Piala Dunia 2018, Modric untuk pertama kalinya sukses memimpin sebagai kapten tim nasional Kroasia untuk menembus final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kesuksesan itupun semakin menegaskan kemampuan yang ia miliki di atas lapangan merupakan talenta yang tak bisa diragukan.

Meski harus tumbuh di pengungsian dan menjadi korban perang yang terkenal dengan Croation War of Independence, ia tetap tangguh berdiri sampai sekarang meski perang itu memaksanya mengungsi demi keselamatan hidupnya. Meski ia tumbuh bersama luka atas kematian kakeknya yang dibunuh usai penangkapan, Modric tetap gemilang di usia 33 tahunnya.

Luka Modric lahir di Zadar pada 9 September 1985. Kehidupannya di masa lalu bisa dibilang jauh dari kenyamanan dan ketenangan. Saat itu Kroasia masih menjagi bagian Yugoslavia yang sering rawan akan konflik. Di masa kecil, Modric hidup bersama kakeknya karena kedua orang tuanya sibuk bekerja di sebuah pabrik rajut.

Getirnya Perjalanan Hidup Luka Modric

Modric tinggal di daerah pegunungan Velebit. Berkat hidup bersama kakeknya, ia tumbuh akan kecintaannya terhadap sepak bola. Setiap pagi kakeknya, Luka Sr membawa ternak ke bukit sementara Modric yang saat itu masih berusia enam tahun kian kali bermain bola bersama teman-temannya di sekitar rumah mereka.

Nahas, di tahun 1991 tepatnya pada 9 Desember, Luka Sr ditangkap dan dibunuh secara kejam oleh tentara Yugoslavia. Kala itu peperangan memang sedang dipuncaknya usai Kroasia memerdekakan diri dari tanah Yugoslavia. Kakek Modric ditangkap bersama lima warga desa lainnya saat sedang membawa ternak ke bukit oleh tentara Serbia yang berseragam Yugoslavia. Mereka membunuhnya secara kejam nan sadis.

Usai menangkap kakeknya, tentara Serbia menyerbu tempat tinggalnya dan membakar rumah-rumah penduduk. Akibat perang itu, Modric harus pergi mengungsi ke tempat yang lebih aman. Jauh dari tempat tinggal membuat Modric harus pandai menyesuaikan diri. Karena hidup di sebuah rumah susun, Modric menghabiskan waktunya bermain bola di tempat parkir.

Di tempat itu pula Modric akhirnya bertemu dengan Marko Ostrij. Langkah awal yang akhirnya menjadiakan Modric sebagai pesepakbola profesional. Hal itu lantaran Modric kian bersemangat setiap kali bermain sepak bola. Hingga suatu hari, salah satu pekerja yang tinggal di rumah susun itu menelepon direktor NZ Zadar yakni Josip Bajlo.

Pekerja bandar togel itu meminta agar Josip Bajlo melihat langsung permainan Modric yang kala itu masih berusia tujuh tahun. Josip pun langsung tertarik akan talenta yang dimiliki Modric. Akhirnya tanp pikir panjang, ia menawarkan agar Modric segera mendaftar ke sekolah dasar dan akademi Zadar. Meski awalnya ia kesulitan karena kondisi ekonomi keluarganya buruk, akhirnya Modric bisa bersekolah hingga masuk akademi olahraga berkat pamannya.Sungguh perjuangan yang hebat ya!