Kategori: Sepakbola

Benarkah Manchester United Tidak Ingin Barter Paul Pogba Dengan Neymar?

Musim ini, menjadi permulaan awal Manchester United bersama Solksjaer untuk mewujudkan pembentukan tim seperti yang diinginkan. Seperti pembelian pemain yang tepat dan dibutuhkan oleh tim. Pertimbangan para pemain yang krusial untuk perkembangan tim Manchester United. Oleh karena itu, pilihan untuk membarter masih dipertimbangkan secara matang.

MU Lebih Memilih Pogba, Barca Akan Pulangkan Neymar

The Telegraph mengabarkan bahwa Manchester United menolak tawaran dari Paris Saint-Germain, di mana membarter Neymar dengan Paul Pogba. Bahkan MU lebih memilih untuk menjual Paul Pogba dibandingkan menukarkannya dengan pemain yang lain.

Pada musim panas tahun ini, Neymar juga berupaya untuk bisa keluar dari PSG. Bahkan ia telah menggelar bersama klubnya membahsa perihal masa depannya. Pemain berusia 26 tahun ini telah mantap untuk angkat kaki dan lepas dari Les Parisiens. Untuk itu, Paris Saint-Germain mencarikan pembeli yang potensial untuk Neymar.

Digadang-gadang Barcelona berminat untuk memulangkan penyerang asal Brasil tersebut. Namun, masih dalam hal ditangguhkan karena harga yang ditawarkan dalam kategori cukup mahal. Bahkan ada pula desus yang mengabarkan bahwa Neymar akan turut bergabung dengan Juventus.  Agen sekaligus ayah dari Neymar, atau Neymar senior sudah pernah berada di Turin untuk melakukan negosiasi dengan Juventus. Namun, dari kabar tersebut tampaknya tidak ada kabar lebih lanjut. Akankah Neymar bergabung dengan Juventus atau barcelona?

Berita terbaru, menyiratkan bahwa Paris saint-German mencoba menawarkan Paul Pogba ke Manchester United. Dari penawaran tersebut, untuk penggantinya Manchester United perlu melepaskan Paul Pogba yang mana juga ingin mencari klub baru.

Manchester United Menolak Barter?

Kepada para klub yang berminat dengan pemain Paul Pogba, Manchester United meminta harga berkisaran 180 juta poundsterling ataupun jika dirupiahkan berada pada kisaran 3,1 triliun. Pemain judi togel online yang ulung dengan nomina pembelian cukup mahal. Sedangkan squad PSG akan melepaskan Neymar jikalau mendapat tawaran sekitar 200 juta poundsterling atau 3,4 triliun.

Dari uraian di atas, mengindikasikan bahwa harga pada kisaran yang hampir sama. Namun, ternyata The Red Devils menampik tawaran tersebut dari pihak PSG. Manchester United tetap memilih Paul Pogba untuk bertahan dalam timnya di Old Trafford. Selain hal tersebut, Manchester United juga menolak karena permasalahan finansial pula.

Dari pemaparan di atas memang Paul Pogba mengutarakan keinginannya untuk mencari klub baru. Namun, Paul Pogba tetap masih ikut dalam sesi pramusim Manchester United. Paul Pogba, pemain yang berasal dari Perancis tersebut masih tetap bermain dalam laga uji coba. Sementara, Neymar kabarnya justru mangkir dalam pelatihan pramusim PSG.

Jika melihat penilaian dari pemain MU, salah satunya yaitu Juan Mata, menyebut bahwa Paul Pogba menjadi pemain krusial untuk timnya. Selain itu, Mata berharap pula jika Pogba masih bertahan dengan berseragam MU.

Mata juga menjelaskan bahwa Paul Pogba merupakan salah satu gelandang yang fantastis, ia merupakan salah satu pemain baik, sangat positif, dan pengaruh baik bagi timnya. Ia juga menuturkan bahwa sesama anggota setim dan teman, ia akan bahagia jika Pogba bertahan dan menjadi bagian pemain terbaik dalam timnya.

Seperti pemberitaan di atas, Pogba telah santer diperbincangkan akan keluar dari Manchester United pada musim panas tahun ini. Gelandang yang berasal dari Prancis tersebut merasa kurang nyaman dan mencari tantangan baru dan menantang di luar Manchester. Paul Pogba juga telah memakai seragam setan merah selama tiga musim. Dulunya, Manchester United mendatangkan Paul Pogba dari Juventus pada tahun 2016. Pembelian pemain tersebut berkisar dengan harga 89 juta poundsterling atau 1,5 triliun.


Bungkam Mesir 3-1, Rusia Tatap Babak 16 Besar

Piala Dunia 2018 sepertinya tidak bernasib baik bagi tim-tim Afrika dan Asia. Terutama mereka yang harus berhadapan dengan tuan rumah Rusia, kekalahan tampaknya jadi jawaban. Hal itulah yang dialami Mesir di stadion Saint-Petersburg hari Rabu (20/6) dini hari WIB kemarin. Melawan Rusia, anak asuh Hector Cuper itu harus menerima kekalahan 1-3.

Sejak pertandingan dimulai, Rusia memang sudah mengancam di menit-menit awal seperti saat Sergei Ignasevich yang mengancam gawang Mesir meskipun masih diselamatkan kiper Mohamed El Shenawy. Tak mau terlihat buruk, Mesir gantian membalas di menit ke-16 saat Mahmoud Trezeguet melepaskan tendangan ke kanan gawang Rusia yang masih melenceng, seperti dilansir detikSport.

Sang bintang Liverpool sekaligus ujung tombang Mesir, Mohamed Salah yang dimainkan Cuper mulai memperlihatkan kualitasnya. Pemuda berusia 25 tahun yang sempat absen beberapa pekan usai cedera di final Liga Champions 2018 itu mengancam pada menit ke-42 dan sempat melepaskan tendangan kiri ke gawang Igor Akinfeev. Namun hingga babak pertama usai, kedua tim imbang tanpa gol.

Mimpi buruk bagi Mesir bermula di menit ke-47 karena aksi gol bunuh diri Ahmed Fathy saat gagal menghalau tendangan Aleksandr Golovin. Mencoba membalas, Salah mendapat peluang di menit ke-55 tapi lagi-lagi gagal. Mesir malah kebobolan di menit ke-59 lewat Denis Cheryshev dan tiga menit kemudian oleh Artem Dzyuba. Terpuruk, Mesir mendapat penghiburan lewat penalti Salah di menit ke-77 yang akhirnya sukses dia lakukan membuat pertandingan usai 3-1 untuk Rusia.

 

Salah Tak Mampu Genjot Mesir

 

Baru pertama kali diturunkan Cuper di laga kedua Mesir dalam Piala Dunia 2018, performa Salah dianggap tak kuat membantu Mesir. Salah memang langsung dimainkan Cuper setelah absen melawan Uruguay karena The Pharaohs dituntut menang jika memang ingin lolos dari fase grup. Terbebani harapan tinggi seluruh rakyat Mesir dan para penggemarnya, Salah justru tampak di bawah ekspektasi. Bahkan Opta melansir kalau dirinya cuma 19 kali menyentuh bola di babak pertama, terkecil dibandingkan pemain togel online Mesir lain.

Selama 90 menit bermain, Salah hanya melakukan empat kali tembakan dengan dua gagal, satu berhasil dihadang dan satu berbuah gol lewat penalti, seperti dilansir Whoscored. Tak cuma itu saja, Salah dianggap tak bisa jadi motor penggerak punggawa Mesir sehingga membuat peluang mereka selama melawan Rusia begitu sedikit. Atas penampilan Salah, Cuper kepada Sky Sports sempat menilai kalau hal ini karena cederanya yang seolah terpaksa harus sembuh secepatnya demi meningkatkan mental Mesir.

 

Mesir Tersingkir Dari Piala Dunia 2018?

 

Dan setelah dua kekalahan beruntun di laga Grup A, Mesir tampaknya harus angkat kaki dari Piala Dunia 2018. Hal ini terjadi setelah Uruguay mengalahkan Arab Saudi dengan skor tipis 1-0 pada Rabu (20/6) malam WIB. Kemenangan Uruguay itu didapat berkat gol tunggal Luis Suarez yang membuat tim Amerika Selatan itu menemani tuan rumah Rusia ke babak 16 besar.

Sementara itu di Grup B, peluang lolos ke babak selanjutnya tampak dimiliki oleh Spanyol dan Portugal. Kedua tim besar asal Eropa itu sama-sama memetik kemenangan tipis 1-0 di mana Spanyol mengalahkan Iran dan Portugal membungkam Maroko. Hasil ini membuat Maroko mengikuti jejak Arab Saudi dan Mesir yang harus pulang dengan tampaknya Iran akan menyusul serta. Dengan begitu ada empat tim yang sudah lolos adalah Rusia, Uruguay, Spanyol dan Portugal.


Selangor FA Ingin Ilham dan Evan Dimas Gabung Setelah Tahun Baru

Pachaiappan Maniam, pelatih Selangor FA, tetap tenang walaupun kedua pemain asing miliknya yang berasal dari Indonesia yakni Ilham Udin Armaiyn dan Evan Dimas Darmono, belum bisa bergabung dengan skuatnya. Klub yang memiliki julukan The Red Giants tersebut pun enggan untuk mengungkapkan alasan tertundanya datangnya kedua pemain asal Indonesia itu.

Namun demikian, Maniam mengaku bahwa ia memaklumi itu. ia berpendapat semua ini adalah prosedur dan juga memastikan bahwa tidak ada isu lain yang mana muncul di dalam proses perekrutan Ilham dan Evan Diman dari Bhayangkara FC. Meskipun sebenarnya sudah jelas, bahwasanya Edy Rahmayadi, Ketum PSSI, tak memberikan restu kepada keduanya untuk pindah ke Malaysia.

Maniam Optimis

“Tentu saja kami sedang menunggu pemain-pemain tersebut untuk bisa hadir mengikuti latihan bersama dengan Selangor. Namun ya, saya rasa, menajemen sekarang sedang mengatur dan mengurus soal itu,” ungkap Maniam dilansir dari CNN Indonesia saat Maniam ditemui di Stadion Astro. “Saya pikir, dalam 2 atau dalam 3 hari lagi bisa selesai semuanya. Dan mereka akan datang ke sini berlatih,” ungkapnya lagi dengan optimis.

Dengan tenggat waktu yang mana sudah diberikan pada Selangor FA, maka Ilham Udin dan Evan Dimas diharapkan bisa bergabung dengan tim pada hari Selasa, 2 Januari 2018. Atau bisa dikatakan mereka bisa bergabung setelah tahun baru nanti. Itu artinya, Ilham Udin dan Evan Dimas tak akan punya banyak waktu lagi untuk beradaptasi dengan pemain lainnya yang ada di Selangor FA. Karena, Liga Super Malaysia pasalnya akan memulai kompetisinya pada bulan Februari 2018 mendatang.

Namun walau demikian, Maniam pun tak merasa hal tersbeut akan jadi masalah yang besar untuk timnya. Di mata pelatih berumur 49 tahun tersebut, Ilham dan Evan bisa mengatasi hal itu dengan baik. “Sebagai pemain professional, di dalam aspek kebugaran, saya rasa mereka sudah siap. Dan hanya mungkin mengenai masalah taktik saja dan juga penyesuaian diri dengan lingkungan dengan pemain-pemain lainnya juga,” ujarnya lebih lanjut. Ia juga berpendapat bahwa satu bulan untuk Evan dan juga Ilham sudah cukup.

Selain Evan Dimas dan ILham Udin, juara 33 kali Piala Malaysia itu juga bakal diperkuat oleh dua pemain asing lainnya. Keduanya adalah Rufino Segiovia Del Burgo, pemain 32 tahun yang berasal dari Spanyol, dan mantan pemain Persija Jakarta yang berasal dari Brazil, William Pacheco.

Alasan Ingin Gaet Evan dan Ilham

Nampaknya Selangor sangat ingin memanfaatkan jasa dari Evan Dimas dan Ilham Udin untuk memperkuat timnya. Dan saat disinggung ini, Datuk Seri Subahan Kamal, selaku Presiden Selangor FA, mengatakan bahwa mereka sangat yakin dan juga percaya dengan bakat muda yang mana dimiliki oleh pasukannya. “Pemain (Indonesia) ini adalah pesepak bola muda dan juga sangat berbakat. Jadi semua tugas dari pelatih, Maniam, untuk membentuk mereka,” ungkapnya.

Subhan mengaku bahwa ia terkesima dengan Evan Dimas, kapten timnas U-23 Indonesia ketika ia berlaga di SEA Games 2017. Dan ia menganggap bahwasanya mantan pemain POKER ONLINE Bhayangkara FC itu sangat mumpuni. Oleh karenanya ia sangat tertarik menjadikan Evan sebagai salah satu pemain di Selangor FA. Sementara itu untuk Ilham Udin, ia memujinya karena mantan pemain timnas Indonesia U-19 memiliki potensi yang sangat bagus sebagai pemain yang ada di lini depan.

Masyarakat Indonesia kini menantikan apakah jawaban dari Evan Dimas dan Ilham Udin untuk Selangor FA.