Jumlah pelanggan seluler yang telah melakukan registrasi kartu prabayar sudah mencapai 350 juta. Angka itu bakal dihitung lagi pada tanggal 2 Mei nanti.

Akan dihitung Lagi

Noor Iza selaku Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa angka registrasi agen togel online tersebut berdasarkan data per tanggal 24 April 2018. “Kami sudah melakukan rekonsiliasi data. Kurang lebih ada 350 juta nomor lebi dan akan dilakukan kembali perhitungan pada tanggal 2 Mei mendatang,” ujarnya ditemui di Gedung Kemenkominfo pada hari Senin (30/4).

Angka ini berarti menyiratkan bahwa besar kemungkinannya akan terus bertambah lagi mengingat periode registrasi kartu prabayar tak berhenti pada tanggal 1 Mei esok.

Ahmad Ramli, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo sebelumnya telah menyatakan bahwa hukumnya wajib bagi para pengguna kartu prabayar untuk registrasi nomor seluler prabayar dan akan terus berjalan.

Hanya saja, mereka yang mana belum juga melakukan registrasi mesti siap menerima konsekuensi tak bisa mengakses layanan telepon, sms, sampai dengan layanan data seluler. “Nanti malam jam 00.00 akan dilakukan pemblokiran,” kata Noor.

Mulai tanggal 1 Mei 2018 nanti, pendaftaran nomor seluler masih dapat dilakukan selama nomor itu masih hidup. Sebelumnya pada pertengahan bulan Maret yang lalu, Komisi I DPR RI menemukan ada pelanggan yang teregistrasi pada operator berbeda yakni 46 juta dengan yang terdaftar pada sistem Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil.

Operator sendiri mencatat pelanggan-pelanggan yang telah mendaftar dan mencapai sebanyak 304 juta sedangkan data dari Ditdukcapil mencapai 350 juta pelanggan.

Masih Bisa Registrasi Setelah ‘May Day’

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa pelanggan seluler kartu prabayar sendiri pasalnya masih bisa melakukan registrasi kartu SIM sesudah batas waktu tenggang yakni tanggal 1 Mei 2018. Hal tersebut dimungkinkan selama masa aktifnya masih belum berakhir.

Ahmad Ramli juga sekali lagi menegaskan hal itu melalui laman resmi milik Sekretariat Kabinet. Ia menyebutkan bahwa registrasi ulang setelah tanggal 1 Mei nanti dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu SMS ke nomor 4444, bisa juga dengan telepon call centre penyedia layanan, dan juga menu USSD atau bahkan melalui portal internet.

“Dengan melalukan registrasi ulang maka layanan telekomunikasi bisa dipulihkan seperti sedia kala,” ujarnya pada minggu lalu, Jumat (27/4).

Dengan demikian, fungsi dari kartu prabayar yang belum juga diregistrasi ulang tak sepenuhnya mati setelah tanggal 1 Mei nanti. Tanggal 1 Mei dikenal juga sebagai Hari Buruh Internasional atau kerap juga disebut dengan May Day. kemenkominfo memerintahkan kepada seluruh operator seluler untuk memblokir semua nomor prabayar yang belum juga melakukan registrasi ulang pada tanggal 1 Mei 2018.

Perintah tersebut sesuai dengan Ketetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 sial Petunjuk Pelaksanaan Registrasi Kartu Prabayar Seluler.

Di batas waktu terakhir tersebut, operator bakal memblokir layanan data untuk yang belum melakukan layanan registrasi nomor prabayarnya. Hal itu adalah konsekuensi dari fase terakhir periode pendaftaran yang sudah dimulai dari tanggal 31 Oktober 2017.

“Dalam rangka melindungi data pribadi dan juga menciptakan kenyamanan masyarakat , maka diimbuh pada perusahaan-perusahaan perbankan, asuransi, kartu kredit, TV Kabel, peritel dan lainnya yang berhubungan dengan nomor telepon pelanggan supaya menghindari marketing dalam bentuk menghubungi calon pelanggan lewat SMS atau telepon yang datanya diperoleh secara tanpa hak,” tukas Ramli.