Kategori: Movie

Ulasan Film The Willoughbys

Dibalik penampilan warna dan juga warni di para karakternya,  ternyata film The Willoughbys  adalah sebuah animasi yang cukup gelap. film tersebut diangkat dari buku yang bertajuk sama karya Lois lowry yang bercerita tentang usaha anak-anak menjadi yatim piatu karena tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka. 

Ulasan Singkat The Willoughbys

 kita dalam film ini bermula saat empat Willoughbys bersaudara yaitu Tim, Jane, dan juga dua Barnaby bertemu dengan bayi yang ditelantarkan di depan rumah mereka. Di sana diceritakan Jane yang mana selama ini tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya tidak ingin bayi yang diberi nama Ruth tersebut merasakan hal yang serupa. kemudian Jane bersama dengan tiga saudara laki-lakinya akhirnya Pergi ke ujung pelangi yang diyakini mereka menjadi tempat yang sempurna bagi Ruth.

hal tersebut membuat desain melontarkan ide untuk mengirimkan kedua orangtuanya ke sejumlah kawasan ekstrem agar Willoughbys bersaudara dapat menjadi yatim piatu dan hidup bahagia. The Willoughbys  pasalnya masih memiliki unsur animasi klasik di mana sebagian ceritanya disampaikan lewat tokoh ketiga, seperti suramnya kehidupan Willoughbys bersaudara yang mana diungkapkan oleh narasi kucing jalanan yang Suaranya disulih oleh Ricky Gervais.

“Apabila kamu menyukai cerita keluarga yang selalu bersama dan mencintai satu dengan yang lainnya serta bahagia selamanya, maka film ini bukanlah untukmu,” begitulah kata narasi bandar judi togel dalam film tersebut.

 bisa dikatakan dari segi ceritanya perlakuan orang tua pada Willoughbys ini sendiri di awal film sedikit mengingatkan akan karya legendaris dari Indonesia yaitu Ratapan Anak Tiri.  orang tua yang terlalu asyik untuk saling mencinta, kemudian anak-anaknya ditelantarkan dan tidak diberi makan serta dihukum tanpa adanya alasan yang jelas,  semuanya di gambarkan dengan jelas di film ini. situasi Ini akhirnya berdampak pada karakter dari Willoughbys bersaudara yang digambarkan dengan sangat jelas juga dalam film ini. 

Misalnya saja Tim (Will Forte) yang menjadi anak pertama dalam keluarga ini terlihat jelas tidak pernah merasakan kasih sayang sebelumnya. Bahkan ia merasa bingung, aneh, dan bahkan terancam saat ia mendapatkan perhatian dari orang yang lainnya. Tim  juga merasa menjadi kepala keluarga bagi Tiga Saudara Yang lainnya. dalam film ini dijelaskan bahwa Tim  ingin berperilaku berbeda dari orang tuanya agar Willoughbys bersaudara bisa menjadi keluarga yang sempurna.

 sedangkan Jane (Allesia Cara), dan juga dua Bernaby (Sean Cullen)pasalnya terlihat lebih santai daripada kakaknya. Mereka dalam film ini digambarkan lebih berani untuk mengeluarkan pendapat dan juga bertindak,  Bahkan mereka juga digambarkan sebagai sosok yang bisa berpikir lebih jernih dan cenderung Genius karena memiliki Tim yang selalu berada di pihak mereka.

Di sisi yang lainnya, karakter dan juga kelakuan Ibu (Jane Krakowski) dan juga Ayah (Martin Short), memudahkan para penonton film ini membenci sekaligus gemas pada waktu yang bersamaan. Pasalnya mereka memperlihatkan kekuatan cinta bisa mengatasi semuanya. Akan tetapi lewat mereka penonton juga diingatkan tabiat dan juga karakter seseorang sesungguhnya sulit sekali untuk diubah. beberapa karakter yang lainnya yang menonjol dalam film ini adalah Linda (Maya Rudolph) dan Commander Melanoff (Terry an Crews). 

Linda adalah pengasuh dengan rambut berbentuk hati yang murah di sewa oleh Nyonya Dan juga tuan Willougby. Sedangkan Commander Melanoff merupakan pemilik pabrik yang ada di ujung pelangi. masa lalu membuat Linda  tidak ingin Willougbys  bersaudara melewati hal yang dijalaninya dahulu kala. sedangkan lewat karakter Commander Melanoff, penonton diingatkan kembali untuk tidak boleh menilai seseorang dari fisiknya saja. 

Secara garis besar bisa dikatakan bahwa film ini masih seperti film animasi anak-anak pada umumnya akan tetapi inti ceritanya sebenarnya menyedihkan dan juga gelap. Karakter  lucu dan juga unik, warna-warni cerah bak Pelangi, dan juga makanan ringan seperti misalnya jelly, permen, dan juga kue digemari oleh anak-anak dapat ditemukan di sepanjang film tersebut. Scoring dengan nuansa yang riang juga beberapa kali terdengar sehingga menambah Ironi kisah empat saudara Willoughbys ini ah. 

Film ini bisa anda saksikan di layanan streaming netflix mulai tanggal 20 April yang lalu.


Karakter Li Shang Hilang dalam Mulan: Produser Buka Suara

Disney akhirnya buka suara terkait dengan karakter Jenderal Ling Shang yang mana absen di film Mulan yang dibuat versi live actionnya. Produser Jason Reed akhirnya mengatakan bahwa gerakan #MeToo jadi salah satu penyebab mengapa karakter Jenderal Li Shang ini ‘menghilang.’

Gerakan #MeToo Jadi Salah Satu Penyebab Karakter Jenderal Li Shang ‘Hilang’

“Saya rasa secara khusus karena kemunculan gerakan #MeToo. Memiliki seorang komandan yang juga memiliki hubungan cinta seksual sangat lah tidak nyaman. Kami anggap itu tak pantas,” ungkap Jason Reed dilansir dari CNN Indonesia.

Dalam versi animasinya, Jenderal Li Shang tak Cuma jadi karakter kunci. Ia juga menarik perhatian dengan penampilannya yang sangat menawan dan kemampuannya dalam seni bela diri. Karakternya juga ikut berperngaruh dalam jalan cerita Mulan, tidak Cuma untuk Mulan totobet hk namun juga seluruh pasukan untuk bangkit.

Kehadiran Li Shang pun juga menunjukkan dampak yang negative diakibatkan oleh perang yakni saat dirinya kehilangan ayah. Tidak Cuma itu, Li Shang pun memiliki ikatan asmara dengan karakter lain Mulan yang maskulin, Ping, dan juga menunjukkan perwakilan kelompok LGBTQ.

Karakter Li Shang akan digantikan Dua Karakter ‘Pengganti’

Kemudian Jason Reed mengungkapkan bahwa karakter Li Shang ini sesungguhnya bakal tetap ada dalam film Mulan versi live action akan tetapi dalam bentuk dua karakter yang lain. Salah satunya adalah Komandan Tung yang mana bertindak sebagai ayah pengganti dan mentornya dalam film tersebut. Karakter lainnya adlaha karakter Honghui, rekan Mulan sendiri, yang bakal diperankan oleh aktor yang berasal dari Selandia Baru, Yason An. Jason Reed pun memastikan bahwa Honghui mempunyai karakter pendiam, terhormat dan juga jeli sehingga bisa menyeimbangi kedinamisan Mulan.

“Pertemuan awal mereka tak begitu baik. Namun dalam proses pelatihan bersama, mereka memiliki ikatan yang mana sulit sekali untuk dijelaskan karena sama-sama menyadari semangat juangnya. Kemudian mereka membangun persahabatan,” kata Jason Reed masih dikutip dari CNN Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Yason An juga buka suara terkait dengan kemungkinan unsur LGBTQ masijh ada atau tidak ada dalam versi live action Mulan ini. Menurut dirinya, live action Mulan ini berbeda dengan animasi original yang mana dirilis pada tahun 1998.

“Saya melihat sisi yang lain dari karakter Li Shang. Saya tak bisa bicara banyak akan tetapi banyak lapisan yang bisa dilihat dari karakternya (Honghui). Penonton bisa melihat itu ketika menonton film (live actionnya),” ungkap Yason An.

Live action Mulan ini secara garis besar mengikuti kisah klasik yang mana dirilis pada animasinya di tahun 1998. Kisahnya berfokus pada seorang gadis Tionghoa muda yang mana menyamar sebagai seorang pria yang menggantikan ayahnya untuk bertarung.

Kisah film ini sendiri terinspirasi dari legenda tentang Hua Mulan, seorang pejuang perempuan asal China dari periode dinasti Utara dan Selatan yang mana sekitar tahun 420-589 Masehi dan muncul pertama kalinya dalam “Ballad of Mulan.”

Namun karena akhir-akhir ini dunia sedang menaruh perhatian pada keselamatan warga dunia terhadap virus corona, produser film Mulan mengaku pasrah dengan peluang tunda penayangan film ini. Karena akibat virus ini, sejumlah bioskop ddan juga tempat hiburan Negeri Tirai Bambu pasalnya ditutup. Hal ini juga mengancam film blockbuster yang bisa saja gagal tayang. Dan salah satunya adalah Mulan yang digarap dengan budget 300 miliar dollar AS.


Tayang 12 Juli 2018, ‘SABRINA’ Jadi Spinoff ‘THE DOLL 2’

Industri film Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini bisa dibilang mengalami perkembangan yang sangat menggembirakan. Selain jumlah penonton yang meningkat signifikan, film-film yang dirilis makin beragam. Berbagai genre mengalami peningkatan dan salah satunya yang cukup menjanjikan adalah genre horor.

Kesuksesan luar biasa PENGABDI SETAN (2017) secara kualitas dan jumlah penonton membuat sineas film horor berlomba-lomba menciptakan karya seram yang berkelas. Salah satunya adalah Hitmaker Studios yang membuat terobosan lewat proyek spinoff SABRINA. Selama delapan tahun perjalanan, anak perusahaan Soraya Intercine Films ini sudah merilis delapan film horor. Mengambil jadwal tayang 12 Juli 2018, Rocky Soraya kembali menghidupkan teror sang boneka setan lewat SABRINA.

Sebagai proyek spinoff, SABRINA memang punya tugas untuk memperluas dunia franchise THE DOLL yang meraih jumlah penonton signifikan. Rilis tahun 2016, THE DOLL mampu meraih 550.252 penonton, sekuelnya THE DOLL 2 (2017) bahkan jauh lebih sukses dengan mengumpulkan 1.226.864 penonton. Untuk jajaran pemainnya, SABRINA masih memasang aktris cantik Luna Maya sebagai tokoh utama Maira dan Sara Wijayanto sebagai Laras, sang paranormal yang membantu Maira dan suaminya dulu, Aldo (Herjunot Ali) saat Sabrina menebar teror.

Untuk proyek SABRINA, Hitmaker menambah jajaran aktor-aktrisnya. Sebut saja Christian Sugiono yang akan mengisi peran sebagai Aiden, suami baru Maira. Lalu ada Rizky Hanggono sebagai Arka dan pesinetron senior Jeremy Thomas menjadi Raynard.

 

Jeremy Thomas Jadi Paranormal

 

Laris manis sebagai pesinetron, Jeremy Thomas justru kurang bersinar di layar lebar. Ada empat film yang sudah dia bintangi sejauh ini dan belum berhasil melambungkan namanya. Berbeda dari kebiasaan perannya, ayah kandung Valerie Thomas ini memberanikan diri untuk mengisi peran Raynard yang adalah seorang paranormal dalam SABRINA.

“Raynard itu mencerminkan paranormal yang orang memiliki kekuatan dewa poker di atas rata-rata yang bisa lihat sesuatu. Jadi peran ini menantang, ada actionnya kalau lihat saya terbang-terbang karena kaget. Ini paranormal percaya kekuatan Tuhan. Dialognya ada mantra, mantranya ‘Sesungguhnya tidak ada pertolongan yang paling kuat kecuali pertolonganMu penguasa langit dan bumi’. Jadi pesan moral ini tidak ada kekurangan yang lebih kuat kecuali kekuatan Yang Maha Kuasa,” cerita Jeremy kepada detikHOT.

 

‘SABRINA’ Ikuti Jejak ‘ANNABELLE’

 

Bicara mengenai proyek spinoff yang merupakan kisah salah satu tokoh dalam sebuah film yang dibuatkan film sendiri, memang masih terbilang baru di Indonesia. Hitmaker Studios sepertinya ingin mengukuhkan diri sebagai PH yang identik dengan film horor lewat semesta Sabrina. Layaknya THE NUN atau ANNABELLE yang merupakan spinoff dari franchise sukses THE CONJURING, Rocky sepertinya ingin mengikuti jejak James Wan.

Untuk SABRINA, porsi sang boneka setan yang pernah meneror keluarga Maira ini jelas akan tampil lebih penting daripada sebelumnya. Dilansir Jawapos, SABRINA akan menceritakan Maira yang sudah hidup bahagia dengan pernikahan barunya bersama Aiden. Aiden adalah pemilik perusahaan mainan yang sukses dan berniat menciptakan Sabrina versi baru untuk Maira. Hanya saja Sabrina yang awalnya adalah boneka kesayangan mendiang Kayla (Shofia Shireen), putri Maira dan Aldo itu kembali menebar teror.

Menjadi menarik karena banyak yang mempertanyakan apakah SABRINA tak lebih baik disebut sebagai sekuel dari THE DOLL 2. Bahkan Hitmaker tidak memberikan bocoran apakah SABRINA akan menjelaskan asal-usul Ghawiah, sang boneka setan dalam THE DOLL (2016) yang meneror keluarga Anya (Shandy Aulia) dan Daniel (Denny Sumargo).


Tayang 21 Desember 2018, Film ‘BUMBLEBEE’ Pakai Mobil VW Beetle

Sudah satu dekade tayang, saga TRANSFORMERS telah melahirkan lima judul film dengan total biaya produksi USD 972 juta. Namun kelima film mengenai pertarungan para Autobot dan Decepticon itu sudah mengumpulkan pundi-pundi uang mencapai USD 4,4 miliar dari penayangannya di seluruh dunia. Tak heran kalau akhirnya Paramount Pictures mengizinkan franchise ini terus berlanjut tak peduli terus memperoleh kritikan pedas.

Terbaru, franchise ini siap merilis film lepasan alias spinoff berjudul BUMBLEBEE. Seperti judulnya, film ini akan mengedepankan karakter robot kuning bernama Bumblebee yang dalam kelima filmnya merupakan salah satu rekan seperjuangan pemimpin Autobot, Optimus Prime. Hanya saja jika di ketiga film awal, Bumblebee merupakan sahabat dari Sam Witwicky (Shia LaBeouf), kali ini Bumblebee menjadi rekan dari perempuan muda galau bernama Charlie Watson (Hailee Steinfeld).

BUMBLEBEE sendiri akan mengambil setting waktu 20 tahun sebelum peristiwa dalam TRANSFORMERS (2007) terjadi saat Bumblebee berlindung di sebuah tempat barang rongsokan di pantai kecil California. Karena merupakan prekuel, sosok Bumblebee si robot kuning tak bisa bicara ini pun berbeda. Jika dalam lima film Bumblebee diperlihatkan dalam versi mobil Chevrolet Camaro nan mahal, dalam BUMBLEBEE, si robot kuning akan tampil dalam versi aslinya yang jadul yakni mobil Volkswagen (VW) Beetle.

 

John Cena Resmi Gabung di ‘BUMBLEBEE’

 

Bukan hanya perubahan pada sosok Bumblebee versi mobil yang dimunculkan. Namun bangku sutradara pun berganti dari Michael Bay yang setia mengarahkan lima filmnya, menjadi Travis Knight. Knight yang merupakan bos rumah produksi Laika Animation Studios ini menyebutkan kalau dirinya memang ingin benar-benar fokus dan semakin intim dengan salah satu franchise film terbesar dalam sejarah Hollywood ini.

Lantaran menyuguhkan kisah prekuel, BUMBLEBEE melengkapi jajaran pemainnya dengan aktor-aktris baru. Selain Steinfeld yang sudah pasti jadi siswi SMA si tokoh utama, BUMBLEBEE sudah memastikan diri merekrut aktor togel singapura berotot John Cena yang belum dipastikan akan berperan sebagai siapa. Nama-nama lain yang sudah pasti terlibat adalah para bintang muda seperti Jorge Lendeborg, Jason Drucker, Abby Quinn, Rachel Crow, Ricardo Hoyos dan Gracie Dzienny.

 

Michael Bay Sebut Akan Ada Belasan Film ‘TRANSFORMERS’ Lain

 

Kendati merupakan film spinoff, pengerjaan BUMBLEBEE rupanya masih diawasi secara ketat oleh Bay dan Lorenzo di Bonaventura yang duduk di bangku produser. Bahkan Bay tak kapok jika dirinya dan Paramount akan semakin memperluas universe Transformers dengan film-film sekuelnya. Tak main-main, Bay sempat menyebut jika masih ada 14 sekuel lain untuk Transformers, seperti dilansir NME.

“Ada 14 cerita Transformers yang ditulis dan semuanya bagus. Saya ingin menyutradarai salah satu dari mereka, film lepas Transformers,” papar Bay beberapa waktu lalu. Sekedar informasi, Bay terakhir kali mengarahkan TRANSFORMERS: THE LAST KNIGHT yang sudah dirilis pada 18 Juni 2017 silam. Menghabiskan biaya USD 260 juta, TRANSFORMERS: THE LAST KNIGHT yang lagi-lagi memasang Mark Wahlberg sebagai Cade Yeager dan mengembalikan Josh Duhamel sebagai Kolonel William Lennox itu berhasil mengumpulkan USD 605,4 juta dari peredarannya di seluruh dunia.

Kala itu TRANSFORMERS: THE LAST KNIGHT yang bisa disebut sukses di box office memperoleh banyak sekali kritikan tajam. Bay mengubah Istana Blenheim sebagai markas NAZI untuk keperluan cerita film. Hal ini membuat para penggemar Winston Churchill merasa tersinggung karena tempat kelahiran Churchill yang dianggap sebagai pahlawan seolah ternodai.-


Ada 2 Adegan Post Credit dalam Justice League

Film pahlawan dari superkomik DC pasalnya akan dirilis pada bulan ini yaitu tanggal 15 November 2017. Apakah film tersebut? Ya, benar, film itu adalah Justice League. yang menarik adalah film Justice League ini bahkan tak hanya memiliki satu saja adegan post credit namun ada 2 adegan post credit.

Tanggapan Para Kritikus tentang Dua Adegan Post Credit

Dan dikutip dari CNN Indonesia, dalam film itu, penonton akan dipertontonkan aksi gabungan dari Aquaman, Wonder Woman, Batman, the Flash dan juga Cyborg. Sebenarnya ulasan tentang film ini baru boleh disampaikan setelah film ini tayang, akan tetapi para kritikus sudah mendapatkan lampu hijau untuk memberikan impresi pertamanya.

Saat ini nampaknya sudah menjadi suatu tradisi tersendiri untuk film-film pahlawan super seperti sebut saja Justice League yang mana mempunyai adegan-adegan post credit. Biasanya adegan tersebut ada di akhir film dan mereka akan tetapi yang sudah menontonnya sudah mengonfirmasi bahwa ada 2 adegan post credit dalam film ini.

Ditulis dari akun @CinematicBanter, di sana mengatakan, “Pastikan bahwa kalian tetap bertahan untuk dua adegan post credit ini. itu keren banget!” sementara itu dari pengamat film yang bernama Paul Shirey, ia menambahkan, “dan ya, tetaplah kalian di kursi sampai akhir adegan kredit. Ya, ada dua adegan. Jangan sampai biarkan orang lain lah yang membeberkan pada kalian sebelumnya.”

Sedangkan dari Jason Momoa, yang mana memerankan film itu, ia telah mengonfirmasi sebelumnya bahwa paling tidak ada satu saja adegan post kredit. Dan dalam sebuah wawancara dengan sebuah radio yakni BBC Radio tepatnya 2 minggu ii, ia mengatakan, “Kalian harus menyaksikan semuanya sampai selesai dan menonton sampai melewati bagian creditnya.”

Sekuelnya Malah Sudah Mulai Digarap

Di sisi lainnya, meskipun Justice League masih saja ramai promosi menjelang tanggal tayangnya yang makin dekat, sekuelnya malahan sudah mulai digarap. Hal ini setidaknya apa yang dikonfirmasi oleh JK Simmons yakni yang memerankan polisi kawan Batman yang ada di Batman VS Superman: Dawn of Justice di dalam sebuah wawancara.

Simmons sendiri mengaku bahwa naskah film sekuel gabungan dari pahlawan-pahlawan super DC Comics tersebut sudah mulai dibuat. “Ini merupakan film Justice League yang mana pertama, tentunya kami harap, dari beberapa film sesudahnya. Mereka saat ini sedang mengerjakan naskah untuk the Batman dan juga Justice League yang selanjutnya,” ungkapnya. Film tersebut kabarnya masih akan berkerjasama dengan dirinya sebagai Komisaris Gordon.

Namun ia menyebutkan, “Saya tak perlu mengerjakan banyak sekali hal. Saya sendiri merasa sudah mulai sangat akrab dengan siapakah Komisaris Gordon.” Dalam Justice League yang pertama, ia pun memerankan itu. soal perannya yang ada di Justice League yang pertama, Simmons sendiri mengatakan bahwa ia akan punya lebih banyak lagi adegan togel terpercaya di mana ia juga selalu mengenakan jaket tentara dan juga menjadi orang kepercayaan dari Batman. “Dia (Gordon) merupakan hal yang sangat ikonis,” lanjutnya.

Simmons juga mengakui bahwa awalnya tidak mudah bagi dirinya untuk memerankan sosok Gordon. Apalagi, sudah ada aktor yang memerankannya sebelum dia. Yang jelas pasti aktor tersebut tak terlupakan. Waktu dirinya memerankannya, ia pun harus rela untuk dibandingkan dengan aktor tersebut. Dan jelas itu bukanlah beban yang ringan baginya. Namun baginya itu adalah hal yang biasa selama aktor bisa bertahan dan juga bisa beradaptasi.


Masa Depan Film Marvel akan Seperti Thor: Ragnarok

Banyak hal telah berubah yang diperlihatkan oleh film Thor terbaru, Thor: Ragnarok. Perubahan ini nampak jelas miliki dampak positif pada hasil box office. Banyak yang membuat perbandingan bahwa Thor: Ragnarok mirip dengan film Guardian of the Galaxy dalam banyak hal, dan perbandingan ini tepat untuk sejumlah alasan. Inilah yang memunculkan tanggapan bahwa film Marvel akan mengarah seperti film Ragnarok untuk mendulang kesuksesannya.

Menguatkan Lagi Dunia Kosmik Marvel

Memang, ada kemungkinan yang sangat besar bagi MCU untuk mengarahkan semua filmnya dengan tampilan dan gaya seperti yang ditunjukkan Thor: Ragnarok yang saat ini merajai Box Office. Jika perubahan ini dibuat karena semua cerita Marvel “kosmik” perlu memiliki nada yang sama, maka kita akan banyak melihat hal seperti itu di masa depan film MCU.

Guardian of the Galaxy yang pertama merupakan film yang sangat unik karena berbagai alasan. Awalnya, Guardian of the Galaxy adalah buku komik yang kurang dikenal dan kemudian langsung menjadi hit saat dirilis pertama kali karena memiliki nada yang jauh lebih ringan daripada film MCU lainnya. Alam kosmik Marvel awalnya selalu menjadi tempat yang serius walau sebenarnya humor tidak dilarang.Hanya saja, kesan tersebut dibawakan secara luar biasa di Guardian.

Hal lain yang dilakukan Guardian dan sangat berbeda adalah karena setting film ini terjadi di luar angkasa. Sebagian besar karakternya juga bukan manusia, dan alur ceritanya bahkan hampir tidak menyentuh kejadian atau tidak memiliki hubungan dengan dunia MCU sebagaimana film MCU lainnya. Pemisahan ini adalah bagian dari apa yang membuat Guardian menjadi sangat berbeda. Namun, saat menonton film Avengers: Infinity War, pemisahan ini akan segera lenyap, jadi agak mengejutkan kalau Thor sekarang terlihat sangat mirip dengan Guardian.

Thor, bagaimanapun juga, bukan manusia biasa. Dia adalah dewa dari planet lain, dan “asing” seperti kebanyakan pemeran Guardian of the Galaxy. Dia mungkin lebih mirip dengan Rocket and Groot daripada Tony Stark.Sehingga membuat karakter Thor terasa lebih seperti Guardian dapat membuatnya bekerja dengan baik sebagai jembatan antar dua dunia saat semua superhero berkumpul dalam Infinity War.Namun, mungkin ada sesuatu yang lebih dari itu.

Cerita Kosmik yang Lebih Ringan

Meskipun masih merupakan misteri tentang bentuk fase 4 dari Marvel Cinematic Universe yang akan dibuat nantinya, rumor yang ada saat ini telah menunjukkan dunia yang jauh lebih kosmis dan berhadapan dengan lebih banyak karakter di luar angkasa. Keyakinan saat ini muncul adalah bahwa film Guardian of the Galaxy Vol. 3 akan menjadi semacam Launchpad yang menciptakan karakter togel online dan alur cerita baru yang akan menjadi fokus dari semua hal yang akan terjadi.

Jika ada lebih banyak film Marvel seperti Thor: Ragnarok, kita dapat berasumsi bahwa mereka akan mengikuti nada Ragnarok. Ini sudah diperlihatkan dengan film baru Guardian nantinya. Jadi, ada kemungkinan fase 4 dunia Marvel kali ini akan fokus pada dunia kosmik atau dunia di luar angkasa dan hanya sesekali saja dengan setting berlatar bumi. Ini tentu akan membuat film-film Marvel sangat menarik untuk terus diikuti.

Sudut pandang yang ditampilkan Marvel dengan sentuhan humor dan pembawaan film yang lebih ringan ini dapat kita jumpai di berbagai film Marvel yang akan dirilis tahun 2018 hingga tahun 2019. Namun, fokus pembuatan film Marvel dengan gaya Thor: Ragnarok ini mungkin akan lebih diperlihatkan di tahun 2019. Kita nantikan saja berbagai film Marvel yang akan segera dirilis. Dunia superhero Marvel semakin berkembang.


48 Hari Bertahan, ‘PENGABDI SETAN’ Pamit Dari Bioskop Indonesia

Tak dipungkiri lagi jika film PENGABDI SETAN adalah salah satu karya terbaik yang pernah dilahirkan oleh sineas Joko Anwar. Rilis pertama kali pada 28 September 2017, PENGABDI SETAN melesat menjadi film terlaris di tahun 2017 sekaligus film horor Indonesia tersukses sepanjang masa. Di hari ke-40 sejak masa tayangnya, PENGABDI SETAN sudah menggeser WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS PART 2 sebagai film terlaris 2017.

 

1,5 bulan meneror semua orang, PENGABDI SETAN pun memutuskan mundur dari layar bioskop Tanah Air setelah 48 hari beredar dan mampu mengumpulkan4.203.819 penonton di hari ke-53. Gabungan cerita yang kuat, aktor-aktris cemerlang hingga tata suara dan efek yang luar biasa memang membuat PENGABDI SETAN begitu digandrungi. Sempat cukup lambat di awal, PENGABDI SETAN mampu menunjukkan anomali box office di mana semakin meningkat jumlah penonton setiap pekannya.

 

Kepastian turun layarnya PENGABDI SETAN ini pun dibenarkan oleh Joko. Melalui akun media sosialnya, pria berusia 41 tahun itu juga menjelaskan bahwa tak akan ada perilisan PENGABDI SETAN dalam bentuk DVD dikarenakan rawan pembajakan. Berakhirnya perjalanan PENGABDI SETAN di bioskop Indonesia rupanya membuat sang aktris pemeran Rini yakni Tara Basro sempat sedih karena harus berpisah dengan para penonton.

 

Kini dengan posisinya sebagai film horor Indonesia tersukses, terlaris sekaligus paling berkualias sepanjang masa, tentu kan memicu para sineas Tanah Air. Bukan tak mungkin jika ke depannya banyak film-film horor Indonesia yang baru rilis akan dibandingkan dengan kesempurnaan PENGABDI SETAN dari berbagai sisi.

 

Boyong Piala Citra Terbanyak di FFI 2017

 

Tak hanya meraih kesuksesan komersial luar biasa, PENGABDI SETAN juga menampilkan film horor yang tak sekedar adegan ditakuti hantu atau nuansa gelap semata. Hal ini terbukti dari film yang mempopulerkan sosok Ayu Laksmi sebagai Ibu si setan yang kembali dari kematian itu berkibar gemilang di ajang perfilman tertinggi Tanah Air, Festival Film Indonesia (FFI).

 

Masuk dalam 13 nominasi FFI 2017 tentu jelas menjadi bukti kualitas PENGABDI SETAN. Dan dalam malam puncak, PENGABDI SETAN berhasil memboyong tujuh Piala Citra lewat kategori Penata Musik Terbaik, Lagu Tema Terbaik, Penata Suara Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Penata Efek Visual Terbaik dan Pemeran Anak Terbaik yang diperoleh Muhammad Adhyat berkat peran luar biasanya sebagai Ian, si anak bungsu Ibu.Kemampuan PENGABDI SETAN menembus nominasi FFI membuktikan kalau film horor bisa digarap dengan serius dan benar-benar berkualitas.

 

‘PENGABDI SETAN’ Siap Tayang di 17 Negara

 

Jika memakai sistem hitungan di filmindonesia.or.id dengan Rp 37.000/penonton, maka estimasi pendapatan kotor PENGABDI SETAN mencapai lebih dari 155 miliar rupiah. Mampu mencetak sukses besar di Indonesia, Joko pun siap membawa PENGABDI SETAN tayang di luar negeri. Tak main-main, setidaknya akan ada 17 negara di seluruh dunia seperti Jepang, Polandia, Malaysia, Brasil dan Argentina yang akan kedatangan Ibu.

 

Negara terdekat yang akan menjadi persinggahan PENGABDI SETAN adalah di Malaysia dan Singapura pada 23 November 2017. Penduduk kedua negara tetangga Indonesia ini memang sudah tak sabar untuk melihat teror yang ditawarkan PENGABDI SETAN. Seperti apakah PENGABDI SETAN di luar negeri? Semoga saja Ibu mampu membuat sineas Hollywood jatuh hati dan me­lakukan remake seperti yang acap kali dilakukan kepada film horor Thailand dan Jepang.