Pernyataan Presiden Joko Widodo membuat beberapa orang trenyuh juga. Dirinya mengatakan, “Saya juga bingung…Saya sendiri tidak popular dan bukan orang politik.” Itu lah sepenggal kalimat yang terlontar darinya. Lalu disusul dengan tawanya yang khas ketika ia ditanya megapa ia mau dicalonkan oleh PDI Perjuangan sebagai walkot Solo pada tahun 2005 silam.

Berangkat dari Walkot Solo

Pertanyaan itu diajukan padanya dalam wawancara khusus yang dibuat oleh BBC Indonesia pada tanggal 25 Juli 2011 saat ia masih menjadi orang pertama pada jajaran Pemerintah Kota Solo. Di salah satu ruangan utama yang ada di rumah dinasnya yang terletak di pusat kota Solo, Jokowi menerima pewarta itu untuk wawancara khusus itu. Saat itu, ia mengenakan jas hitam dengan emblem wali kota pada dada kanannya.

“Pada saat (Pilkada Solo tahun 2005) pertama, ya, ‘kecelakaan’, karena calon lainnya pintat-pintar dan juga sangat popular.” Tawanya kemudian kembali pecah. “Saya sendiri tidak lah popular dan bukan lah orang politik,” ungkapnya lagi.

Kepada wartawan itu ia juga menyatakan bahwa dirinya “tidak menyangka dan membayangkan sebelumnya” bahwa ia akan terjun ke dunia politik dan akhirnya bersaing menjadi wali kota. Saat dirinya akhirnya terpilih sebagai Wali Kota Solo di Pilkada 2005, Jokowi dan juga pasangannya saat itu meraih sebanyak 37% suara. Pria yang lahir pada tahun 1961 ini mengaku bahwa ini sudah menjadi takdirnya.

“Ini lah hidup, saya jalani saja hidup saya yang sudah digariskan oleh Yang di Atas,” katanya lagi. Di Pilkada Solo tahun 2010, ia makin berkibar lagi dengan meraih kemenangan sebanyak 91%! Dan ia, tentu saja, terpilih lagi.

Takdir atau ‘garis dari atas itu’ pada akhirnya mengantar lulusan Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta tersebut menjadi Presiden Indonesia lewat ajang Pilpres 2014 setelah sebelumnya melaju tidak terkejar lawan-lawan politiknya di ajang Pilkada Jakarta 2012.

‘Wali Kota PKL’ dan Kritikan untuk Jokowi

Sebagai Wali Kota Solo yang baru, Jokowi, begitu ia disapa, mulai dikenal banyak orang setelah ia berhasil menata PKL (Pedagang Kaki Lima) di Kota Solo, tanpa ada gejolak sama sekali. Ketika itu, Jokowi dianggap bisa mematahkan mitos pemindahan PKL mesti berujung pada bentrokan antara apparat dan juga pedagang, seperti apa yang terjadi di wilayah yang lainnya.

Di tahun 2006, sekitar 900 pedagang di Taman Banjarsari yang ada di pusat Kota Solo, berhasil untuk dibujuk Jokowi pindah ke lokasi yang baru. Gebrakan ini lah yang membuatnya muncul menjadi tokoh yang menonjol di mata kebanyakan para warga Solo dan akhirnya melambungkan Namanya. Apalagi, media lalu banyak meliputnya.

Ditambah lagi, dari sisi kerakyatan, ia sangat menonjol. Cara penggusurannya juga sangat manusiawi. Setidaknya itu yang diungkapkan oleh salah satu wartawan yang telah menjadi profesinya togel hk itu sejak tahun 1997.

Yang dituturkan oleh Jokowi, pemindahan PKL itu tidak lah mudah. Ia mengaku mesti menjalin komunikasi dan juga negosiasi berbulan-bulan lamanya dengan perwakilan PKL, jadi mereka akhirnya mau pindah ke lokasi yang baru tanpa protes.

“Saya melakukan pendekatan manusiawi pada mereka,”ungkap Jokowi menggambarkan proses komunikasinya dengan PKL-PKL itu. Keberhasilannya memindahkan PKL itu tanpa ribut-ribut tersebut dianggap sebagai salah satu contoh keberhasilannya semenjak ia dipercaya jadi Wali Kota Solo. Dan sekarang, Jokowi siap menghadapi lawan politiknya, Prabowo untuk menjadi presiden Indonesia lagi.