Piala Dunia 2018 sepertinya tidak bernasib baik bagi tim-tim Afrika dan Asia. Terutama mereka yang harus berhadapan dengan tuan rumah Rusia, kekalahan tampaknya jadi jawaban. Hal itulah yang dialami Mesir di stadion Saint-Petersburg hari Rabu (20/6) dini hari WIB kemarin. Melawan Rusia, anak asuh Hector Cuper itu harus menerima kekalahan 1-3.

 

Sejak pertandingan dimulai, Rusia memang sudah mengancam di menit-menit awal seperti saat Sergei Ignasevich yang mengancam gawang Mesir meskipun masih diselamatkan kiper Mohamed El Shenawy. Tak mau terlihat buruk, Mesir gantian membalas di menit ke-16 saat Mahmoud Trezeguet melepaskan tendangan ke kanan gawang Rusia yang masih melenceng, seperti dilansir detikSport.

 

Sang bintang Liverpool sekaligus ujung tombang Mesir, Mohamed Salah yang dimainkan Cuper mulai memperlihatkan kualitasnya. Pemuda berusia 25 tahun yang sempat absen beberapa pekan usai cedera di final Liga Champions 2018 itu mengancam pada menit ke-42 dan sempat melepaskan tendangan kiri ke gawang Igor Akinfeev. Namun hingga babak pertama usai, kedua tim imbang tanpa gol.

 

Mimpi buruk bagi Mesir bermula di menit ke-47 karena aksi gol bunuh diri Ahmed Fathy saat gagal menghalau tendangan Aleksandr Golovin. Mencoba membalas, Salah mendapat peluang di menit ke-55 tapi lagi-lagi gagal. Mesir malah kebobolan di menit ke-59 lewat Denis Cheryshev dan tiga menit kemudian oleh Artem Dzyuba. Terpuruk, Mesir mendapat penghiburan lewat penalti Salah di menit ke-77 yang akhirnya sukses dia lakukan membuat pertandingan usai 3-1 untuk Rusia.

 

Salah Tak Mampu Genjot Mesir

 

Baru pertama kali diturunkan Cuper di laga kedua Mesir dalam Piala Dunia 2018, performa Salah dianggap tak kuat membantu Mesir. Salah memang langsung dimainkan Cuper setelah absen melawan Uruguay karena The Pharaohs dituntut menang jika memang ingin lolos dari fase grup. Terbebani harapan tinggi seluruh rakyat Mesir dan para penggemarnya, Salah justru tampak di bawah ekspektasi. Bahkan Opta melansir kalau dirinya cuma 19 kali menyentuh bola di babak pertama, terkecil dibandingkan pemain togel online Mesir lain.

 

Selama 90 menit bermain, Salah hanya melakukan empat kali tembakan dengan dua gagal, satu berhasil dihadang dan satu berbuah gol lewat penalti, seperti dilansir Whoscored. Tak cuma itu saja, Salah dianggap tak bisa jadi motor penggerak punggawa Mesir sehingga membuat peluang mereka selama melawan Rusia begitu sedikit. Atas penampilan Salah, Cuper kepada Sky Sports sempat menilai kalau hal ini karena cederanya yang seolah terpaksa harus sembuh secepatnya demi meningkatkan mental Mesir.

 

Mesir Tersingkir Dari Piala Dunia 2018?

 

Dan setelah dua kekalahan beruntun di laga Grup A, Mesir tampaknya harus angkat kaki dari Piala Dunia 2018. Hal ini terjadi setelah Uruguay mengalahkan Arab Saudi dengan skor tipis 1-0 pada Rabu (20/6) malam WIB. Kemenangan Uruguay itu didapat berkat gol tunggal Luis Suarez yang membuat tim Amerika Selatan itu menemani tuan rumah Rusia ke babak 16 besar.

 

Sementara itu di Grup B, peluang lolos ke babak selanjutnya tampak dimiliki oleh Spanyol dan Portugal. Kedua tim besar asal Eropa itu sama-sama memetik kemenangan tipis 1-0 di mana Spanyol mengalahkan Iran dan Portugal membungkam Maroko. Hasil ini membuat Maroko mengikuti jejak Arab Saudi dan Mesir yang harus pulang dengan tampaknya Iran akan menyusul serta. Dengan begitu ada empat tim yang sudah lolos adalah Rusia, Uruguay, Spanyol dan Portugal.