Sebagai salah satu franchise film tertua yang pernah ada di Hollywood, STAR WARS memang sudah memiliki basis fans yang sangat kuat. Bahkan saat FORCE AWAKENS (2015) rilis dan mampu mengumpulkan pundi-pundi box office global hampir dua miliar dolar Amerika, Disney seolah disadarkan kalau penggemar berat STAR WARS masihlah sangat besar. Tak heran kalau mereka terus mengembangkan kisahnya hingga merilis film-film lepasan alias proyek spin-off.

 

Dan kali ini proyek spin-off pun ditujukan kepada karakter Han Solo lewat SOLO: A STAR WARS STORY yang rilis pada 25 Mei 2018. Sebagai bagian dari STAR WARS, SOLO jelas memiliki beban berat. Apalagi tiga film STAR WARS sebelumnya selalu sukses meraup pendapatan domestik di atas USD 150 juta dalam pekan pertamanya. Sebut saja ROGUE ONE (2016) dengan USD 155,1 juta, lalu LAST JEDI (2017) dengan USD 220 juta dan tertinggi adalah FORCE AWAKENS dengan USD 248 juta.

 

Hanya saja tampaknya nasib buruk jelas dialami oleh SOLO. Memasang target USD 130-150 juta, film arahan Ron Howard itu justru cuma mampu memperoleh box office USD 101 juta dari 4.381 layar di Amerika Utara. Hal ini mentahbiskan SOLO sebagai film STAR WARS dengan pendapatan terendah di minggu pertama. Salah satu alasan terkuat anjloknya pendapatan SOLO ini karena Disney merilisnya hanya dalam waktu lima bulan setelah LAST JEDI.

 

Pemilihan Alden Ehrenreich sebagai Han Solo dirasa tidak tepat lantaran aktingnya yang tak sebanding dengan Harrison Ford, pemeran Solo dalam kisah originalnya. Tingginya kritiktan negatif atas SOLO pun membuat Howard angkat bicara. Menurutnya, SOLO memang tidak memiliki target yang dituju meskipun menjadi proyek togel online yang menyenangkan baginya. Pergantian sutradara dari Chris Miller dan Phil Lord ke dirinya dianggap sebagai salah satu alasan sehingga membuat Howard merombak ulang 70% adegan SOLO.

 

Ini Alasan Lucasfilm Pilih Alden Ehrenreich Sebagai Han Solo

 

SOLO memang lebih fokus pada latar belakang Han Solo sebelum dirinya berjumpa dengan Luke Skywalker dan Obi Wan Kenobi. Dalam kisah masa mudanya, Solo akan berjumpa dengan dua sobat karibnya, Chewbacca (Joonas Suotamo) dan Lando Calrissian (Donald Glover) serta kepemilikan Millenium Falcon. Kendati banyak cibiran atas pemilihan Ehrenreich sebagai Solo, Lucasfilm pun akhirnya angkat bicara. Menurut mereka, Ehrenreich adalah satu-satunya aktor yang tepat sebagai Han Solo muda.

 

Meskipun demikian, dalam proses produksinya sempat muncul rumor bahwa Disney begitu frustasi dengan kemampuan akting Ehrenreich yang ternyata tak sesuai harapan. Mereka bahkan sampai menyewa jasa guru akting untuk Ehrenreich.

 

Harrison Ford Beri Pujian Untuk ‘SOLO’

 

Kendati lebih banyak menuai kritikan, faktanya Ford sepertinya cukup menikmati SOLO. Empat kali berperan sebagai penyelundup paling populer di galaksi, Ford memang dianggap paling sempurna sebagai Han Solo. Dilansir Variety, aktor senior itu bahkan mengakui sudah dua kali menonton SOLO dan sangat kagum pada  hasilnya. Hal ini dibenarkan oleh Howard yang terkejut karena Ford yang biasanya dikenal apatis, mendadak memuji Ehrenreich yang dirasa berhasil menghidupkan Han Solo muda.

 

Sudah jadi rahasia umum jika Ford memang memiliki hubungan benci-tapi-cinta pada karakter Han Solo. Meskipun tokoh itu membuat karier aktingnya melesat, Ford tak bisa menutupi rasa bosannya saat harus menjadi Han Solo lagi.