Industri film Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini bisa dibilang mengalami perkembangan yang sangat menggembirakan. Selain jumlah penonton yang meningkat signifikan, film-film yang dirilis makin beragam. Berbagai genre mengalami peningkatan dan salah satunya yang cukup menjanjikan adalah genre horor.

 

Kesuksesan luar biasa PENGABDI SETAN (2017) secara kualitas dan jumlah penonton membuat sineas film horor berlomba-lomba menciptakan karya seram yang berkelas. Salah satunya adalah Hitmaker Studios yang membuat terobosan lewat proyek spinoff SABRINA. Selama delapan tahun perjalanan, anak perusahaan Soraya Intercine Films ini sudah merilis delapan film horor. Mengambil jadwal tayang 12 Juli 2018, Rocky Soraya kembali menghidupkan teror sang boneka setan lewat SABRINA.

 

Sebagai proyek spinoff, SABRINA memang punya tugas untuk memperluas dunia franchise THE DOLL yang meraih jumlah penonton signifikan. Rilis tahun 2016, THE DOLL mampu meraih 550.252 penonton, sekuelnya THE DOLL 2 (2017) bahkan jauh lebih sukses dengan mengumpulkan 1.226.864 penonton. Untuk jajaran pemainnya, SABRINA masih memasang aktris cantik Luna Maya sebagai tokoh utama Maira dan Sara Wijayanto sebagai Laras, sang paranormal yang membantu Maira dan suaminya dulu, Aldo (Herjunot Ali) saat Sabrina menebar teror.

 

Untuk proyek SABRINA, Hitmaker menambah jajaran aktor-aktrisnya. Sebut saja Christian Sugiono yang akan mengisi peran sebagai Aiden, suami baru Maira. Lalu ada Rizky Hanggono sebagai Arka dan pesinetron senior Jeremy Thomas menjadi Raynard.

 

Jeremy Thomas Jadi Paranormal

 

Laris manis sebagai pesinetron, Jeremy Thomas justru kurang bersinar di layar lebar. Ada empat film yang sudah dia bintangi sejauh ini dan belum berhasil melambungkan namanya. Berbeda dari kebiasaan perannya, ayah kandung Valerie Thomas ini memberanikan diri untuk mengisi peran Raynard yang adalah seorang paranormal dalam SABRINA.

 

“Raynard itu mencerminkan paranormal yang orang memiliki kekuatan dewa poker di atas rata-rata yang bisa lihat sesuatu. Jadi peran ini menantang, ada actionnya kalau lihat saya terbang-terbang karena kaget. Ini paranormal percaya kekuatan Tuhan. Dialognya ada mantra, mantranya ‘Sesungguhnya tidak ada pertolongan yang paling kuat kecuali pertolonganMu penguasa langit dan bumi’. Jadi pesan moral ini tidak ada kekurangan yang lebih kuat kecuali kekuatan Yang Maha Kuasa,” cerita Jeremy kepada detikHOT.

 

‘SABRINA’ Ikuti Jejak ‘ANNABELLE’

 

Bicara mengenai proyek spinoff yang merupakan kisah salah satu tokoh dalam sebuah film yang dibuatkan film sendiri, memang masih terbilang baru di Indonesia. Hitmaker Studios sepertinya ingin mengukuhkan diri sebagai PH yang identik dengan film horor lewat semesta Sabrina. Layaknya THE NUN atau ANNABELLE yang merupakan spinoff dari franchise sukses THE CONJURING, Rocky sepertinya ingin mengikuti jejak James Wan.

 

Untuk SABRINA, porsi sang boneka setan yang pernah meneror keluarga Maira ini jelas akan tampil lebih penting daripada sebelumnya. Dilansir Jawapos, SABRINA akan menceritakan Maira yang sudah hidup bahagia dengan pernikahan barunya bersama Aiden. Aiden adalah pemilik perusahaan mainan yang sukses dan berniat menciptakan Sabrina versi baru untuk Maira. Hanya saja Sabrina yang awalnya adalah boneka kesayangan mendiang Kayla (Shofia Shireen), putri Maira dan Aldo itu kembali menebar teror.

Menjadi menarik karena banyak yang mempertanyakan apakah SABRINA tak lebih baik disebut sebagai sekuel dari THE DOLL 2. Bahkan Hitmaker tidak memberikan bocoran apakah SABRINA akan menjelaskan asal-usul Ghawiah, sang boneka setan dalam THE DOLL (2016) yang meneror keluarga Anya (Shandy Aulia) dan Daniel (Denny Sumargo).