Dirilis sekitar dua setengah tahun yang lalu, film garapan George Miller, Mad Max: Fury Road menjadi salah satu hit yang paling signifikan di tahun 2015 – dari perspektif box office, dan bahkan selama musim penghargaan. Hal ini tampak seperti kemenangan yang besar bagi semua yang terlibat.Bahkan kesuksesan film tersebut juga memperbaiki hubungan antara bintang Tom Hardy dan Charlize Theron.Sayangnya, di balik layar semuanya tidak sepenuhnya baik-baik saja.Sekarang, Miller menuntut Warner Bros atas penghasilan yang belum dibayar.

Tuntutan Pada Warner Bros.

Sebuah laporan dari Sydney Morning Herald Australia mengatakan bahwa Kennedy Miller Mitchell, perusahaan produksi George Miller, sekarang menuntut Warner Bros. melalui Mahkamah Agung New South Wales. Menurut Hakim David Hammerschlag, kontrak untuk produksi Mad Max: Fury Road termasuk kesepakatan mengenai bonus $ 7 juta. Jumlah ini akan dibayarkan jika biaya bersih akhir film tidak lebih dari $ 157 juta. Miller bersama dengan perusahaannya percaya bahwa mereka berhak atas sebagian uang tersebut sesuai dengan perjanjian dan karena keadaan yang tidak terduga dimana proyek tersebut kemudian mengalami sedikit masalah di tengah masa produksi.

Hammerschlag mengatakan bahwa perkiraan biaya dari Warner Bros menunjukkan penghasilan film Mad Max: Fury Road melampaui angka $ 157 juta. Mereka berpendapat terdapat kesalahan dalam perhitungannya.Petualangan dystopian yang diarahkan oleh Miller ini memang mengalami sedikit masalah dan penundaan masa produksi karena masalah cuaca dan hal lainnya.Namun, Kennedy Miller Mitchell tidak yakin bahwa masalah tersebut harus dihadapi mereka sendiri.Oleh sebab itu, seharusnya mereka mendapatkan bonus mereka sesuai dengan kesepakatan.

Masalah ini juga kabarnya berkaitan dengan perjanjian pembiayaan yang dilakukan antara Warner Bros dan perusahaan produksi Brett Ratner, RatPac Entertainment. Pihak Kennerdy Miller Mitchell merasa dirugikan dan menganggap WB telah melanggar perjanjian karena WB telah menunjuk co financer lain yakni RatPac Entertainment togel hk dengan besaran biaya sekitar 12,5 persen dari dana proyek. Ini seperti mis-komunikasi antara Kennerdy Miller Mitchell dan Warner Bros.

Pernyataan George Miller dan Warner Bros

Sepertinya, masalah keduanya tidak akan berakhir dalam waktu dekat mengingat keduanya memiliki argumen masing-masing. Dalam sebuah pernyataan, George Miller dan mitra produksi Doug Mitchell mengatakan;

“Sederhananya, kita berutang penghasilan besar untuk kerja keras yang melelahkan selama lebih dari 10 tahun dalam pengembangan skrip dan persiapan dan tiga tahun masa produksi film tersebut. Kerja keras itu menghasilkan sebuah gambar yang mendapat pengakuan yang mengesankan secara global … Kami lebih suka membuat film bersama Warner Bros daripada melakukan litigasi dengan mereka, tapi setelah mencoba lebih dari setahun, kami tidak dapat mencapai resolusi yang memuaskan dan sekarang kami harus menggunakan tuntutan hukum untuk menyelesaikan masalah.”

Dalam pernyataan mereka sendiri, Warner Bros secara resmi menjawab:

“Kami tidak setuju dan akan dengan gigih membela diri terhadap klaim ini.”

Tentu, masalah ini bisa menghambat perkembangan film berikutnya dimana kabarnya film Mad Max 5 juga akan segera digarap. Jika keduanya nantinya berhasil mengatakan kata sepakat, kerjasama keduanya mungkin akan berlanjut dan pembuatan film atau sekuel selanjutnya juga bisa langsung dimulai. Bagi para penggemar Mad Max, tentu mereka berharap yang terbaik dan salah satu harapannya adalah agar Mad Max kembali ke layar lebar dengan cerita dan teknik visual yang lebih mengesankan.