Dikalahkan Persija di kandang pada hari Minggu (12/11) lewat skor 1-2 tidaklah membuat pemain Bhayangkara FC muram. Karena dalam pertandingan yang digelar di stadion Patriot Chandra Bhaga di Bekasi itu, Bhayangkara keluar menjadi juara baru Liga 1 Indonesia musim 2017.

 

Selama pertandingan., Bhayangkara sebetulnya sudah bermain penuh semangat apalagi seluruh tiket ludes diburu pendukung mereka. Pada menit ketiga, sang pemain naturalisasi, Ilija Spasojevic berhasil membobol gawang Persija terlebih dulu. Namun di akhir babak pertama, Persija membuat skor imbang lewat tendangan Ramdani Lestaluhu, seperti dilansir Detik Sport.Bermain seri, Bhayangkara bertekad tak ingin dipermalukan. Hanya saja semua usaha mereka masih gagal dan malah Persija menyarangkan gol kedua pada menit ke-85.

 

Namun meskipun menutup Liga 1 dengan kekalahan, anak asuh Simon McMenemy itu tetap keluar sebagai juara Liga 1. Mereka memimpin klasemen akhir dengan total 68 poin, sama dengan Bali United. Hanya saja Bhayangkara unggul head to head atas tim kebanggaan masyarakat pulau Dewata itu. Bali sendiri menutup kompetisi dengan kemenangan usai mengalahkan Persegres Gresik dengan 3-0. Sementara bagi Persija, kemenangan ini membuat mereka menutup Liga 1 dengan poin 61 dan finish di posisi keempat, menggeser Madura United yang dibantai PSM Makassar, 1-6.

 

Manajamen Bhayangkara FC Siapkan Bonus Umroh

 

Kebahagiaan tim berjuluk The Guardian keluar sebagai juara baru Liga 1 memang membuat bangga. Pada awalnya, mereka hanya ditarget posisi lima besar saja. Tak heran atas hasil juara ini, jajaran pemain pun diganjar bonus oleh manajemen klub milik Kepolisian Indonesia itu. Tak main-main, salah satu bonusnya adalah memberangkatkan umroh kepada pemain poker beragama Islam.

 

“Bonus sudah dipikirkan dan itu sudah jauh setelah lawan Madura tanggal 8 November. Kami sudah memikirkan dan ada beberapa acuan dari permintaan pemain untuk bisa diberangkatkan umroh dan lain sebagainya. Itu menurut saya cukup bagus dan akan kami pikirkan karena identik dengan keimanan. Tentu ini hal yang baik dan akan segera kami sampaikan dan bicarakan, ungkap Sumardji, manajer Bhayangkara.

 

Menyadari tak semua pemain bisa diberangkatkan umroh, Sumardji yang ditemui di kantor PSSI hari Senin (13/11) akan memberikan bonus setara yang lain. Telah menyiapkan anggaran bonus sendiri, Sumardji pun enggan membocorkan berapa besar nominalnya. Namun dengan jumlah pemain 16 orang dan harga paket umroh maksimal Rp 20 juta perorang, maka besar kemungkinan bonus kemenangan Bhayangkara menyentuh kisaran 300-an juta rupiah.

 

FIFA Yang Sempat ‘Jadikan’ Bali United Juara

 

Kemenangan Bhayangkara memang cukup menimbulkan skandal. Apalagi mereka mendapat tambahan tiga poin cuma-cuma dari Mitra Kukar yang lalai memakai pemain terhukum. Dalam prosesnya, ternyata Mitra Kukar mengakui jika mereka tidak membaca surat keputusan Komdis atas hukuman Mohamed Sissoko sehingga mereka batal mengajukan banding. Sementara PT LIB juga melakukan kesalahan administrasi dengan tidak memasukkan Sissoko dalam daftar NLB (Nota Larangan Bermain). Kepastian ini terjadi hari Jumat (10/11).

 

Namun gelar juara Bhayangkara ini sempat dinodai oleh kesalahan FIFA yang malah menuliskan Bali United dalam situs resmi mereka sebagai pemenang Liga 1. Terjadi tepat usai pertandingan terakhir Liga 1, kesalahan FIFA ini hanya terjadi selama 10 menit dan kemudian FIFA mengkoreksinya. Atas hal ini, Sekjen PSSI yakni Ratu Tisha menjelaskan, “Memang sempat ada kesalahan. Tapi FIFA sudah kontak langsung dengan kami dan memperbaikinya bahwa Bhayangkara yang juara.”